DIAN HANIFA KARTINI
Dipelupuk matahari senja
Fatamorgana hadirkan asa
Butir" ktulusan yg berbsik lirih
Mengusap lembut pada setiap helai kekosongan
Berbau pekat hingga tak pernah memudar
Masih tersisa meski telah terbkar
Bnyak yg
sesak di dalamnya
Menahan waktu menyanggah kasih
Dgn trus bergelut dgn harapan kelam
Meski malam telah temaram
Menanti siang yg tenggelam
Menahan waktu menyanggah kasih
Dgn trus bergelut dgn harapan kelam
Meski malam telah temaram
Menanti siang yg tenggelam
Semesta
seakan buta
Luluh lantah mencari chaya
Tertahan rindu yg tak lagi terpangku
Mencari celah diantara rongga" waktu
Hadirkan badai yg menderu
Luluh lantah mencari chaya
Tertahan rindu yg tak lagi terpangku
Mencari celah diantara rongga" waktu
Hadirkan badai yg menderu
Kpda langit
semesta menjerit
Inginkan sakit tak lagi pahit
Kepada langit semesta menangis
Meminta gerimis kembali manis
Dan dibawah langit semesta berdiri
Menanti pelangi yg selalu ia kagumi
Inginkan sakit tak lagi pahit
Kepada langit semesta menangis
Meminta gerimis kembali manis
Dan dibawah langit semesta berdiri
Menanti pelangi yg selalu ia kagumi
No comments:
Post a Comment