PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Pada saat ini pendidikan di Indonesia
sangat memprihatikan dari mulai system yang bokbrok, pemerintah yang kurang
perhatian, guru yang tidak bermutu dan siswa yang kurang bersemangat untuk
belajar membuat keterpurukan di Indonesia semakin meningkat, untuk itu perlu
adanya sebuah penelitian dan penyelesaian dari setiap masalah itu dan menjadi
sebuah solusi pula.
Dalam sejarahnya pendidikan di
Indonesia dari mulai kemerdekaan sebenarnnya sudah 69 tahun menjalankan
pendidikan ini namun tidak ada perubahan yang signifikan yang berarti, maka
disini perlu adanya sebuah terobosan baru yang dapat mengetahui apa saja yang
dapat berpengaruh terhadap pendidikan di Indonesia, maka dalam kaitannya dengan
masalah tersebut penulis mencoba mengungkapkan beberapa hal disini, yaitu untuk
menunjang pendidikan yang baik sehingga menghasilkan output yag berkualias.
Salah satu usaha yang dapat dilakukan dalam meningkatkan
pembelajaran salah satunya yaitu professional guru dalam pelaksanaan pembelajaran
di sekolah melalui Kelompok Kerja Guru (KKG). Menurut Dirjen Dikdasmen tahun
1996/1997 Kelompok kerja guru (KKG) adalah kelompok kerja yang berorientasi
kepada peningkatan kualitas pengetahuan, penguasaan materi, teknik mengajar,
interaksi guru murid, metode mengajar, dan lain lain yang berfokus pada
penciptaan kegiatan belajar mengajar yang aktif.
Kelompok Kerja Guru merupakan organisasi guru yang dibentuk untuk menjadi forum komunikasi yang bertujuan untuk memecahkan masalah yang dihadapi guru dalam pelaksanaan tugasnya sehari-hari di lapangan. Organisasi ini pertama kali lahir dibidani oleh PEQIP dan SEQIP. Setelah PEQIP dan SEQIP selesai, tampaknya KKG masih cukup melekat di hati para guru. Kelompok Kerja Guru, adalah suatu organisasi profesi guru non yang bersifat struktural yang dibentuk oleh guru-guru di Sekolah, di suatu wilayah atau gugus sekolah sebagai wahana untuk saling bertukaran pengalaman guna meningkatkan kemampuan guru dan memperbaiki kualitas pembelajaran.
B.
Rumusan Masalah
1.
Apa
Pengertian Kelompok Kerja ?
2.
Apa
Pengertian Guru ?
3.
Apa
pengertian Kualitas Pembelajaran ?
4.
Apa
Manfaat Kelompok Kerja Guru Terhadap kualitas pembelajaran ?
C.
Tujuan Penulisan
1.
Untuk
Mengetahui Pengertian Kelompok Kerja
2.
Untuk
Mengetahui Pengertian Guru
3.
Untuk
Mengetahui Kualitas Pembelajaran
4.
Untuk
Mengetahui Manfaat Kelompok Kerja Guru
Terhadap kualitas pembelajaran
5.
Bahan
wawasan pembelajaran dan pengetahuan
D.
Metode Penulisan
Metode dalam penulisan karangan Ilmiah
ini adalah metode deskriftif kualitatif, dimana permasalahan bersifat apa
adanya atau aktual dengan di iringi interprestasi rasional yang mampu
dipertanggung jawabkan. Adapun sumber informasi diperoleh melalui studi
kepustakaan.
KERANGKA
TEORITIS
A.
Pengertian kelompok kerja
Kelompok dan
Tim adalah dua konsep berbeda. Kelompok
atau group didefinisikan sebagai dua atau lebih individu yang saling
bergantung dan bekerjasama, yang secara bersama berupaya mencapai tujuan. Kelompok kerja (work group)
adalah kelompok yang para anggotanya saling berinteraksi terutama untuk saling
berbagi informasi untuk membuat keputusan guna membantu satu sama lain dalam
wilayah kewenangannya masing-masing. Jersey Prentice( 2003;hal:56).
Kelompok kerja tidak memiliki kebutuhan ataupun kesempatan untuk terlibat
di dalam kerja kolektif yang memerlukan upaya gabungan dari seluruh anggota
tim. Akibatnya, kinerja mereka sekadar kumpulan kontribusi parsial dari seluruh
individu anggota kelompok. Tidak ada sinergi positif yang menciptakan tingkat
kinerja keseluruhan yang lebih besar ketimbang totalitas input yang mereka
berikan. Sementara itu, Tim Kerja
mengembangkan sinergi positif melalui upaya yang terkoordinasi. Upaya
individual mereka menghasilkan suatu tingkat kinerja yang lebih besar ketimbang
totalitas input para individunya.
Kelompok terdiri dari dua atau lebih orang, yang saling mempengaruhi dan saling tergantung, yang datang bersama-sama untuk mencapai sasaran tertentu. Schein mengatakan bahwa kelompok adalah: “any number of people who interect with one another, are psychologically awere of one another, and perceive themselves to be a group.” Kelompok adalah sejumlah orang yang berinteraksi satu sama lain yang secara psikologikal sadar satu sama lain, dan mempersepsikan diri sendiri sebagai bagian dari kelompok. Dari definisi kelompok yang dikemukakan oleh Robbins dan Schein dapat disimpulkan bahwa kelompok kerja adalah sekumpulan orang yang berinteraksi satu sama lain sekaligus mempersepsikan diri sendiri sebagai bagian dari kelompok yang datang bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
(http://rokokdankorek.blogspot.com/2012/12/organisasi-dan-kelompok-kerja.html)
Dari pemaparan diatas maka dapat
ditarik kesimpulan bahwa kelompok kerja adalah sekumpulan 2 orang atau lebih melakukan kerjasama dan
saling memilkiki komitmen untuk mencapai tujuan yang telah disepkati bersama
dan saling mempengaruhi satu sama lain. Kelompok kerja ini ini mengutamakan
kerjasama satu sama lain dan saling kebergantungan untuk mencapai tujuannya,
tujuan dari kelompok kerja ini biasanya untuk mepermudah dalam hal pekerjaan.
B.
Pengertian Guru
Guru (dari Sanskerta: yang berarti guru, tetapi arti secara harfiahnya adalah "berat") adalah seorang pengajar suatu ilmu. Dalam bahasa Indonesia, guru umumnya merujuk pendidik profesional dengan tugas
utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan
mengevaluasi peserta didik. (http://id.wikipedia.org/wiki/Guru)
Guru juga dapat
diartikan seseorang yang memegang jabatan atau profesi yang membutuhkan
keahlian khusus. Pekerjaan sebagai guru ini tidak bisa dilakukan oleh seseorang
tanpa mempunyai keahlian sebagai guru. Menjadi seorang guru dibutuhkan
syarat-syarat khusus. Apa lagi jika menjadi seorang guru yang profesional maka
harus menguasai seluk beluk pendidikan serta mengajar dengan berbagai ilmu
pengetahuan lainnya yang harus dikembangkan melalui masa pendidikan
tertentu. (http: / /koffieenco
.blogspot. com /2013 / 07 / pengertian –dan –definisi-guru.html)
Dari dua pengertian diatas maka dapat
penulis simpulkan bahwa guru adalah seseorang yang memegang profesi atau jabatan
seorang guru, bisa juga disebt guru karena dia mempunya keahlian dalam hal
mendidik atau mengajar dalam sebuah lembaga atau pun tidak dalam sebuah
lembaga. Guru tugas utamanya adalah mendidik, mengajar, membimbing,
mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.
C.
Pengertian Peningkatan kualitas
Pembelajaran
Pengertian
kualitas memiliki konotasi yang bermacam-macam tergantung orang yang
memakainya. Kata mutu diambil dari bahasa latin “Qualis” yang artinya what kind
of (tergantung dengan kata apa yang mengikutinya). Pengertian mutu sendiri
menurut Deming ialah kesesuaian dengan kebutuhan. Sedangkan menurut Juran, mutu
ialah kecocokan dengan kebutuhan. Sallis (2003) mengemukakan bahwa mutu adalah
konsep yang absolut dan relatif. Mutu yang absolut adalah mutu yang mempunyai
idealisme tinggi dan berstandar tinggi yang harus dipenuhi, dengan sifat produk
bergengsi yang tinggi. Sedangkan mutu relatif adalah sebuah alat yang sudah
ditetapkan dan harus memenuhi standar yang telah dibuat. Rohiyat (2008:hal 57
).
Pengertian Pembelajaran adalah proses
interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu
lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar
dapat terjadi proses perolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan
tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Dengan kata
lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat
belajar dengan baik. Di sisi lain pembelajaran mempunyai pengertian yang mirip
dengan pengajaran, tetapi sebenarnya mempunyai konotasi yang berbeda. Dalam
konteks pendidikan, guru mengajar agar peserta didik dapat belajar dan
menguasai isi pelajaran hingga mencapai sesuatu objektif yang ditentukan (aspek
kognitif), juga dapat memengaruhi perubahan sikap (aspek afektif), serta
keterampilan (aspek psikomotor) seorang peserta didik, namun proses pengajaran
ini memberi kesan hanya sebagai pekerjaan satu pihak, yaitu pekerjaan pengajar
saja. Sedangkan pembelajaran menyiratkan adanya interaksi antara pengajar
dengan peserta didik. (http://id.wikipedia.org/wiki/Pembelajaran)
Maka
dapat ditarik kesimpulan bahwa peningkatan mutu Pembelajaran yang berkualitas
sangat tergantung dari motivasi pelajar dan kreatifitas pengajar. Pembelajar
yang memiliki motivasi tinggi ditunjang dengan pengajar yang mampu
memfasilitasi motivasi tersebut akan membawa pada keberhasilan pencapaian
target belajar. Target belajar dapat diukur melalui perubahan sikap dan
kemampuan siswa melalui proses belajar. Desain pembelajaran yang baik,
ditunjang fasilitas yang memandai, ditambah dengan kreatifitas guru akan
membuat peserta didik lebih mudah mencapai target belajar.
D.
Manfaat kelompok kerja guru dalam
peningkatan pembelajaran
Tujuan
memiliki peranan penting dalam setiap kegiatan pendidikan. Dengan tujuan yang
jelas, maka akan jelas pula ke mana organisasi akan diarahkan. Tujuan juga akan
mempertegas bagaimana perubahan yang diinginkan dari seluruh anggota organisasi
ke arah yang lebih baik pada masa yang akan datang. Demikian jugalah halnya
bahwa pembentukan kelompok kerja guru juga mempunyai tujuan tertentu,
diantaranya adalah:
1.
Meningkatkan kemampuan guru dalam
bidang pengetahuan umum. Artinya adalah melalui Kelompok kerja guru kegiatan-kegiatan yang sifatnya menambah
pengetahuan guru tentang informasi, isu-isu dan kejadian-kejadian sosial,
kemajuan-kemajuan dan penemuan-penemuan baru yang ada hubungannya dengan
pembelajaran dapat bertambah, hal ini dapat terlaksana melalui kegiatan
diskusi, seminar atau training di Kelompok kerja guru.
2.
Meningkatkan pengetahuan guru dalam
menyusun Administrasi Pembelajaran. Selain tugas mengajar guru juga harus
menyusun dan mempersiapkan kelengkapan administrasi kelasnya, membuat daftar
kelas, daftar nilai, menyusun format penilaian, menyusun berkas nilai dan
pekerjaan lainnya. Teknik dan cara pembuatan administrasi tersebut mungkin
tidak dapat dipahami oleh guru di sekolahnya, seentara melalui Kelompok
kerja guru hal-hal tersebut dapat terselesaikan dengan tuntas.
3.
Meningkatkan pengetahuan guru dalam
melaksanakan manejemen kelas. Sebagai pemimpin kelas guru harus mampu mengatur
seluruh kegiatan belajar agar berjalan secara kondusif dan bernilai guna.
Pengaturan ini memerlukan ilmu manejemen. Melalui Kelompok kerja guru dapat
dibicarakan lebih lanjut tentang bagaimana memanejemen kelas dengan baik.
4.
Meningkatkan kepandaian guru dalam
merancang, membuat dan menyusun alat-alat atau media yang dipergunakan dalam
pembelajaran.
5.
Meningkatkan keyakinan dan harga diri
guru. Dengan bertambahnya pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh melalui
Kelompok kerja guru dengan sendirinya kemampuan tersebut akan meningkatkan
keyakinan diri guru dalam melaksanakan pembelajaran. Meningkatnya keyakinan
diri guru atas dasar meningkatnya pengetahuan dengan sendirinya juga harga
dirinya akan naik.
Secara
Umum Kelompok kerja guru dapat memberikan manfaat sebagai berikut: Sebagai
tempat pembahasan dan pemecahan masalah bagi para guru yang mengalami kesulitan
dalam kegiatan pembelajaran. Masalah-masalah yang dihadapi oleh guru dalam
proses pembelajaran di kelas tentu beragam bentuk dan modelnya. Penganganan
terhadap setiap persoalanpun untuk mencari jalan keluar jelas akan berbeda
dengan persoalan lainnya. Dapat dipahami bahwa semua guru belum tentu berpengalaman
seperti layaknya guru-guru senior yang mungkin saja memiliki lebih banyak
teknik dan cara-cara dalam mengatasi persoalan terlebih-lebih persoalan belajar
mengajar. Untuk itulah guru-guru baru atau guru lain yang memiliki persoalan
yang menurutnya sulit dapat dipecahkan melalui Kelompok kerja guru dengan cara
berdiskusi dan berbagi pengalaman dengan guru lainnya.
Sebagai
wadah kegiatan para guru yang tergabung dalam satu gugus yang ingin
meningkatkan profesionalnya secara bersama-sama. Peningkatan profesional guru
memang suatu keharusan, dan sekolah pada dasarnya mempunyai kewajiban dalam hal
itu. Akan tetapi melalui Kelompok kerja guru kewajiban sekolah dalam
peningkatan kualitas guru dapat diwujudkan. Jadi sekolah tidak terlalu repot
mengadakan berbagai macam pelatihan, cukup dengan mengutus gurunya mengikuti
program Kelompok kerja guru. Sebagai tempat penyebaran informasi tentang
pembaharuan pendidikan khususnya yang berkaitan dengan usaha peningkatan hasil
belajar.Penigkatan hasil pembelajaran melalui pembaharuan pendidikan dapat
diwujudkan melalui Kelompok kerja guru. Caranya adalah menyerap informasi
sebanyak-banyaknya tentang format-format dan strategi pembaharuan pendidikan
yang kemudian dapat diaplikasikan atau dipraktekkan di sekolah masing-masing.
Sebagai
pusat kegiatan praktek pembuatan alat peraga, penggunaan perpustakaan serta
perolehan berbagai keterampilan mengajar maupun pengembangan administrasi
kelas. Perbedaan materi ajar mengakibatkan adanya perbedaan alat peraga yang
digunakan. Guru harus jeli menggunakan setiap alat peraga yang akan digunakan
dalam pembelajaran, sebab kalau tidak alat peraga bukanlah menambah efektivitas
pembelajaran akan tetapi berpeluang menjadi sumber gangguan dalam pembelajaran.
Disisi lain guru mungkin saja masih banyak yang tidak menggunakan alat peraga
sebagai alat bantu belajar padalah hal itu sangat penting. Untuk itulah melalui
Kelompok kerja guru beberapa keterampilan dalam membuat alat peraga atau
keterampilan lainnya dapat dipelajari. Mengenai hal ini Nadriansyah (1993 hal:
45) mengatakan: Melalui kelompok kerja yang dimaksud banyak kreativitas yang
dapat dikembangkan, seperti merancang pengajaran, merancang alat peraga,
merumuskan mekanisme kegiatan belajar mengajar dan membuat rumusan tata cara
menindak lanjuti hasil karya guru dan siswa.
Memberikan
kesempatan kepada guru yang kreatif dan inovatif untuk berbagi pengetahuan,
wawasan, kemampuan dan keterampilan profesional kepada sesama teman sejawat dan
mendiskusikan untuk memperoleh sesuatu yang lebih baik dalam usaha meningkatkan
mutu pengetahuan, wawasan, kemampuan dan keterampilan. Dalam pelaksanaannya
kelompok kerja guru mempunyai kewenangan dalam penyusunan dan pelaksanaan
berbagai kegiatan. Kewenangan kelompok kerja guru tersebut adalah:
1.
Menyusun program pembelajaran Setiap
guru harus mempunyai program pembelajaran sebelum guru mulai mengajar di kelas,
seorang guru harus mampu menyusun program pembelajaran sesuai dengan kebutuhan
sekolah, dan sesuai dengan kondisi murid dan keadaan lingkungan setempat agar
murid lebih mudah dalam memahami materi pembelajaran yang diterimanya.
2.
Penyusunan program pembelajaran disusun
secara bersama-sama oleh para guru, berdasarkan kelas dan berdasarkan mata
pelajaran yang dipegang oleh guru dalam satu gugus dengan tujuan penyeragaman
materi pembelajaran sehingga para guru bisa bekerja sama pada kegiatan Kelompok
Kerja Guru dalam mengatasi berbagai persoalan yang ditemui dalam pemilihan
materi dan pelaksanaan pembelajaran di kelas.
3.
Dalam kegiatan kelompok kerja guru, guru
diberikan wewenang atau kesempatan dalam mengembangkan materi dan metode
pembelajaran sesuai dengan kondisi murid. Dalam pemilihan materi dan metode
pembelajaran, guru tidak harus terikat pada kurikulum yang disediakan, tapi
guru boleh mengembangkan materi pelajaran dan membaginya kepada teman sejawat.
melalui kegiatan kelompok kerja guru.
4.
Menciptakan terobosan baru dalam
pembelajaran Guru yang profesional harus mampu menciptakan dan mempunyai
prakarsa untuk menemukan terobosan baru dalam pembelajaran sehingga
pembelajaran menjadi menarik bagi murid. Dalam kegiatan kelompok kerja guru
inilah guru bersama-sama memikirkan terobosan baru tersebut.
PENUTUP
A.
Simpulan
Dari pembahasan diatas maka dapat
penulis simpulkan bahwa kelompok kerja adalah sekumpulan 2 orang atau lebih melakukan kerjasama dan
saling memilkiki komitmen untuk mencapai tujuan yang telah disepkati bersama
dan saling mempengaruhi satu sama lain. Kelompok kerja ini ini mengutamakan
kerjasama satu sama lain dan saling kebergantungan untuk mencapai tujuannya,
tujuan dari kelompok kerja ini biasanya untuk mepermudah dalam hal pekerjaan.
Guru adalah seseorang yang memegang
profesi atau jabatan seorang guru, bisa juga disebt guru karena dia mempunya
keahlian dalam hal mendidik atau mengajar dalam sebuah lembaga atau pun tidak
dalam sebuah lembaga. Guru tugas utamanya adalah mendidik, mengajar,
membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik. peningkatan mutu
Pembelajaran yang berkualitas sangat tergantung dari motivasi pelajar dan
kreatifitas pengajar. Pembelajar yang memiliki motivasi tinggi ditunjang dengan
pengajar yang mampu memfasilitasi motivasi tersebut akan membawa pada
keberhasilan pencapaian target belajar. Target belajar dapat diukur melalui
perubahan sikap dan kemampuan siswa melalui proses belajar. Desain pembelajaran
yang baik, ditunjang fasilitas yang memandai, ditambah dengan kreatifitas guru
akan membuat peserta didik lebih mudah mencapai target belajar.
Secara Umum Kelompok kerja guru dapat memberikan manfaat sebagai berikut: Sebagai tempat pembahasan dan pemecahan masalah bagi para guru yang mengalami kesulitan dalam kegiatan pembelajaran. Masalah-masalah yang dihadapi oleh guru dalam proses pembelajaran di kelas tentu beragam bentuk dan modelnya. Penganganan terhadap setiap persoalanpun untuk mencari jalan keluar jelas akan berbeda dengan persoalan lainnya. Dapat dipahami bahwa semua guru belum tentu berpengalaman seperti layaknya guru-guru senior yang mungkin saja memiliki lebih banyak teknik dan cara-cara dalam mengatasi persoalan terlebih-lebih persoalan belajar mengajar. Untuk itulah guru-guru baru atau guru lain yang memiliki persoalan yang menurutnya sulit dapat dipecahkan melalui Kelompok kerja guru dengan cara berdiskusi dan berbagi pengalaman dengan guru lainnya.
B.
Rekomendasi
Dari pembahasan diatas
maka dapat penulis memberikan beberapa rekomendasi sebagai berikut:
1.
Untuk
mencapai pembelajaran yang berkualitas dan mensiasati permasalahan yang terjadi
dalam pengajaran maka perlu dibentuk kelompok kerja guru untuk mencari jalan
keluar dari permasalahan yang terjadi ditiap sekolah.
2.
Perlu
perhatian pemerintah terhadap kelompok kerja guru untuk memfasilitasi hal
tersebut, misalnya melalui pelatihan-pelatihan atau seminar.
3.
Guru
diharapkan dapat berperan aktif dalam kelompok kerja guru dalam setiap
pemebelajaran supaya permasalahan dalam hal pengajaran dapat menemukan solusi
yang baik.
4.
Kelompok
kerja guru diharapkan dapat menjadi solusi bagi pembelajaran ditiap
sekolah-sekolah.
No comments:
Post a Comment