Friday, 26 December 2014

KELOMPOK KERJA GURU

BAB I
PENDAHULUAN

A.           Latar Belakang
Pada saat ini pendidikan di Indonesia sangat memprihatikan dari mulai system yang bokbrok, pemerintah yang kurang perhatian, guru yang tidak bermutu dan siswa yang kurang bersemangat untuk belajar membuat keterpurukan di Indonesia semakin meningkat, untuk itu perlu adanya sebuah penelitian dan penyelesaian dari setiap masalah itu dan menjadi sebuah solusi pula.
Dalam sejarahnya pendidikan di Indonesia dari mulai kemerdekaan sebenarnnya sudah 69 tahun menjalankan pendidikan ini namun tidak ada perubahan yang signifikan yang berarti, maka disini perlu adanya sebuah terobosan baru yang dapat mengetahui apa saja yang dapat berpengaruh terhadap pendidikan di Indonesia, maka dalam kaitannya dengan masalah tersebut penulis mencoba mengungkapkan beberapa hal disini, yaitu untuk menunjang pendidikan yang baik sehingga menghasilkan output yag berkualias.
Salah satu usaha yang dapat dilakukan dalam meningkatkan pembelajaran salah satunya yaitu  professional guru dalam pelaksanaan pembelajaran di sekolah melalui Kelompok Kerja Guru (KKG). Menurut Dirjen Dikdasmen tahun 1996/1997 Kelompok kerja guru (KKG) adalah kelompok kerja yang berorientasi kepada peningkatan kualitas pengetahuan, penguasaan materi, teknik mengajar, interaksi guru murid, metode mengajar, dan lain lain yang berfokus pada penciptaan kegiatan belajar mengajar yang aktif.

Kelompok Kerja Guru merupakan organisasi guru yang dibentuk untuk menjadi forum komunikasi yang bertujuan untuk memecahkan masalah yang dihadapi guru dalam pelaksanaan tugasnya sehari-hari di lapangan. Organisasi ini pertama kali lahir dibidani oleh PEQIP dan SEQIP. Setelah PEQIP dan SEQIP selesai, tampaknya KKG masih cukup melekat di hati para guru. Kelompok Kerja Guru, adalah suatu organisasi profesi guru non yang bersifat struktural yang dibentuk oleh guru-guru di Sekolah, di suatu wilayah atau gugus sekolah sebagai wahana untuk saling bertukaran pengalaman guna meningkatkan kemampuan guru dan memperbaiki kualitas pembelajaran.
B.            Rumusan Masalah
1.      Apa Pengertian Kelompok Kerja ?
2.      Apa Pengertian Guru ?
3.      Apa pengertian Kualitas Pembelajaran ?
4.      Apa Manfaat Kelompok Kerja Guru Terhadap kualitas pembelajaran ?

C.           Tujuan Penulisan
1.      Untuk Mengetahui Pengertian Kelompok Kerja
2.      Untuk Mengetahui Pengertian Guru
3.      Untuk Mengetahui Kualitas Pembelajaran
4.      Untuk Mengetahui  Manfaat Kelompok Kerja Guru Terhadap kualitas pembelajaran
5.      Bahan wawasan pembelajaran dan pengetahuan
D.           Metode Penulisan

Metode dalam penulisan karangan Ilmiah ini adalah metode deskriftif kualitatif, dimana permasalahan bersifat apa adanya atau aktual dengan di iringi interprestasi rasional yang mampu dipertanggung jawabkan. Adapun sumber informasi diperoleh melalui studi kepustakaan.















BAB II
KERANGKA TEORITIS

A.           Pengertian kelompok kerja
Kelompok dan Tim adalah dua konsep berbeda. Kelompok atau group didefinisikan sebagai dua atau lebih individu yang saling bergantung dan bekerjasama, yang secara bersama berupaya mencapai tujuan. Kelompok kerja (work group) adalah kelompok yang para anggotanya saling berinteraksi terutama untuk saling berbagi informasi untuk membuat keputusan guna membantu satu sama lain dalam wilayah kewenangannya masing-masing. Jersey Prentice( 2003;hal:56).
 Kelompok kerja tidak memiliki kebutuhan ataupun kesempatan untuk terlibat di dalam kerja kolektif yang memerlukan upaya gabungan dari seluruh anggota tim. Akibatnya, kinerja mereka sekadar kumpulan kontribusi parsial dari seluruh individu anggota kelompok. Tidak ada sinergi positif yang menciptakan tingkat kinerja keseluruhan yang lebih besar ketimbang totalitas input yang mereka berikan. Sementara itu, Tim Kerja mengembangkan sinergi positif melalui upaya yang terkoordinasi. Upaya individual mereka menghasilkan suatu tingkat kinerja yang lebih besar ketimbang totalitas input para individunya.

Kelompok terdiri dari dua atau lebih orang, yang saling mempengaruhi dan saling tergantung, yang datang bersama-sama untuk mencapai sasaran tertentu. Schein mengatakan bahwa kelompok adalah: “any number of people who interect with one another, are psychologically awere of one another, and perceive themselves to be a group.” Kelompok adalah sejumlah orang yang berinteraksi satu sama lain yang secara psikologikal sadar satu sama lain, dan mempersepsikan diri sendiri sebagai bagian dari kelompok. Dari definisi kelompok yang dikemukakan oleh Robbins dan Schein dapat disimpulkan bahwa kelompok kerja adalah sekumpulan orang yang berinteraksi satu sama lain sekaligus mempersepsikan diri sendiri sebagai bagian dari kelompok yang datang bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
(http://rokokdankorek.blogspot.com/2012/12/organisasi-dan-kelompok-kerja.html)
Dari pemaparan diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa kelompok kerja adalah sekumpulan  2 orang atau lebih melakukan kerjasama dan saling memilkiki komitmen untuk mencapai tujuan yang telah disepkati bersama dan saling mempengaruhi satu sama lain. Kelompok kerja ini ini mengutamakan kerjasama satu sama lain dan saling kebergantungan untuk mencapai tujuannya, tujuan dari kelompok kerja ini biasanya untuk mepermudah dalam hal pekerjaan.
B.     Pengertian Guru
Guru (dari Sanskerta: yang berarti guru, tetapi arti secara harfiahnya adalah "berat") adalah seorang pengajar suatu ilmu. Dalam bahasa Indonesia, guru umumnya merujuk pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik. (http://id.wikipedia.org/wiki/Guru)
Guru juga dapat diartikan seseorang yang memegang jabatan atau profesi yang membutuhkan keahlian khusus. Pekerjaan sebagai guru ini tidak bisa dilakukan oleh seseorang tanpa mempunyai keahlian sebagai guru. Menjadi seorang guru dibutuhkan syarat-syarat khusus. Apa lagi jika menjadi seorang guru yang profesional maka harus menguasai seluk beluk pendidikan serta mengajar dengan berbagai ilmu pengetahuan lainnya yang harus dikembangkan melalui masa pendidikan tertentu.  (http: / /koffieenco .blogspot. com /2013 / 07 / pengertian –dan –definisi-guru.html)
Dari dua pengertian diatas maka dapat penulis simpulkan bahwa guru adalah seseorang yang memegang profesi atau jabatan seorang guru, bisa juga disebt guru karena dia mempunya keahlian dalam hal mendidik atau mengajar dalam sebuah lembaga atau pun tidak dalam sebuah lembaga. Guru tugas utamanya adalah mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.
C.    Pengertian Peningkatan kualitas Pembelajaran
Pengertian kualitas memiliki konotasi yang bermacam-macam tergantung orang yang memakainya. Kata mutu diambil dari bahasa latin “Qualis” yang artinya what kind of (tergantung dengan kata apa yang mengikutinya). Pengertian mutu sendiri menurut Deming ialah kesesuaian dengan kebutuhan. Sedangkan menurut Juran, mutu ialah kecocokan dengan kebutuhan. Sallis (2003) mengemukakan bahwa mutu adalah konsep yang absolut dan relatif. Mutu yang absolut adalah mutu yang mempunyai idealisme tinggi dan berstandar tinggi yang harus dipenuhi, dengan sifat produk bergengsi yang tinggi. Sedangkan mutu relatif adalah sebuah alat yang sudah ditetapkan dan harus memenuhi standar yang telah dibuat. Rohiyat (2008:hal 57 ).
Pengertian Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses perolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik. Di sisi lain pembelajaran mempunyai pengertian yang mirip dengan pengajaran, tetapi sebenarnya mempunyai konotasi yang berbeda. Dalam konteks pendidikan, guru mengajar agar peserta didik dapat belajar dan menguasai isi pelajaran hingga mencapai sesuatu objektif yang ditentukan (aspek kognitif), juga dapat memengaruhi perubahan sikap (aspek afektif), serta keterampilan (aspek psikomotor) seorang peserta didik, namun proses pengajaran ini memberi kesan hanya sebagai pekerjaan satu pihak, yaitu pekerjaan pengajar saja. Sedangkan pembelajaran menyiratkan adanya interaksi antara pengajar dengan peserta didik. (http://id.wikipedia.org/wiki/Pembelajaran)
Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa peningkatan mutu Pembelajaran yang berkualitas sangat tergantung dari motivasi pelajar dan kreatifitas pengajar. Pembelajar yang memiliki motivasi tinggi ditunjang dengan pengajar yang mampu memfasilitasi motivasi tersebut akan membawa pada keberhasilan pencapaian target belajar. Target belajar dapat diukur melalui perubahan sikap dan kemampuan siswa melalui proses belajar. Desain pembelajaran yang baik, ditunjang fasilitas yang memandai, ditambah dengan kreatifitas guru akan membuat peserta didik lebih mudah mencapai target belajar.
D.    Manfaat kelompok kerja guru dalam peningkatan pembelajaran
Tujuan memiliki peranan penting dalam setiap kegiatan pendidikan. Dengan tujuan yang jelas, maka akan jelas pula ke mana organisasi akan diarahkan. Tujuan juga akan mempertegas bagaimana perubahan yang diinginkan dari seluruh anggota organisasi ke arah yang lebih baik pada masa yang akan datang. Demikian jugalah halnya bahwa pembentukan  kelompok kerja guru juga mempunyai tujuan tertentu, diantaranya adalah:
1.      Meningkatkan kemampuan guru dalam bidang pengetahuan umum. Artinya adalah melalui  Kelompok kerja guru  kegiatan-kegiatan yang sifatnya menambah pengetahuan guru tentang informasi, isu-isu dan kejadian-kejadian sosial, kemajuan-kemajuan dan penemuan-penemuan baru yang ada hubungannya dengan pembelajaran dapat bertambah, hal ini dapat terlaksana melalui kegiatan diskusi, seminar atau training di  Kelompok kerja guru.
2.      Meningkatkan pengetahuan guru dalam menyusun Administrasi Pembelajaran. Selain tugas mengajar guru juga harus menyusun dan mempersiapkan kelengkapan administrasi kelasnya, membuat daftar kelas, daftar nilai, menyusun format penilaian, menyusun berkas nilai dan pekerjaan lainnya. Teknik dan cara pembuatan administrasi tersebut mungkin tidak dapat dipahami oleh guru di sekolahnya, seentara melalui  Kelompok kerja guru hal-hal tersebut dapat terselesaikan dengan tuntas.
3.       Meningkatkan pengetahuan guru dalam melaksanakan manejemen kelas. Sebagai pemimpin kelas guru harus mampu mengatur seluruh kegiatan belajar agar berjalan secara kondusif dan bernilai guna. Pengaturan ini memerlukan ilmu manejemen. Melalui Kelompok kerja guru dapat dibicarakan lebih lanjut tentang bagaimana memanejemen kelas dengan baik.
4.      Meningkatkan kepandaian guru dalam merancang, membuat dan menyusun alat-alat atau media yang dipergunakan dalam pembelajaran.
5.      Meningkatkan keyakinan dan harga diri guru. Dengan bertambahnya pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh melalui Kelompok kerja guru dengan sendirinya kemampuan tersebut akan meningkatkan keyakinan diri guru dalam melaksanakan pembelajaran. Meningkatnya keyakinan diri guru atas dasar meningkatnya pengetahuan dengan sendirinya juga harga dirinya akan naik.
Secara Umum Kelompok kerja guru dapat memberikan manfaat sebagai berikut: Sebagai tempat pembahasan dan pemecahan masalah bagi para guru yang mengalami kesulitan dalam kegiatan pembelajaran. Masalah-masalah yang dihadapi oleh guru dalam proses pembelajaran di kelas tentu beragam bentuk dan modelnya. Penganganan terhadap setiap persoalanpun untuk mencari jalan keluar jelas akan berbeda dengan persoalan lainnya. Dapat dipahami bahwa semua guru belum tentu berpengalaman seperti layaknya guru-guru senior yang mungkin saja memiliki lebih banyak teknik dan cara-cara dalam mengatasi persoalan terlebih-lebih persoalan belajar mengajar. Untuk itulah guru-guru baru atau guru lain yang memiliki persoalan yang menurutnya sulit dapat dipecahkan melalui Kelompok kerja guru dengan cara berdiskusi dan berbagi pengalaman dengan guru lainnya.
Sebagai wadah kegiatan para guru yang tergabung dalam satu gugus yang ingin meningkatkan profesionalnya secara bersama-sama. Peningkatan profesional guru memang suatu keharusan, dan sekolah pada dasarnya mempunyai kewajiban dalam hal itu. Akan tetapi melalui Kelompok kerja guru kewajiban sekolah dalam peningkatan kualitas guru dapat diwujudkan. Jadi sekolah tidak terlalu repot mengadakan berbagai macam pelatihan, cukup dengan mengutus gurunya mengikuti program Kelompok kerja guru. Sebagai tempat penyebaran informasi tentang pembaharuan pendidikan khususnya yang berkaitan dengan usaha peningkatan hasil belajar.Penigkatan hasil pembelajaran melalui pembaharuan pendidikan dapat diwujudkan melalui  Kelompok kerja guru. Caranya adalah menyerap informasi sebanyak-banyaknya tentang format-format dan strategi pembaharuan pendidikan yang kemudian dapat diaplikasikan atau dipraktekkan di sekolah masing-masing.
Sebagai pusat kegiatan praktek pembuatan alat peraga, penggunaan perpustakaan serta perolehan berbagai keterampilan mengajar maupun pengembangan administrasi kelas. Perbedaan materi ajar mengakibatkan adanya perbedaan alat peraga yang digunakan. Guru harus jeli menggunakan setiap alat peraga yang akan digunakan dalam pembelajaran, sebab kalau tidak alat peraga bukanlah menambah efektivitas pembelajaran akan tetapi berpeluang menjadi sumber gangguan dalam pembelajaran. Disisi lain guru mungkin saja masih banyak yang tidak menggunakan alat peraga sebagai alat bantu belajar padalah hal itu sangat penting. Untuk itulah melalui Kelompok kerja guru beberapa keterampilan dalam membuat alat peraga atau keterampilan lainnya dapat dipelajari. Mengenai hal ini Nadriansyah (1993 hal: 45) mengatakan: Melalui kelompok kerja yang dimaksud banyak kreativitas yang dapat dikembangkan, seperti merancang pengajaran, merancang alat peraga, merumuskan mekanisme kegiatan belajar mengajar dan membuat rumusan tata cara menindak lanjuti hasil karya guru dan siswa.
Memberikan kesempatan kepada guru yang kreatif dan inovatif untuk berbagi pengetahuan, wawasan, kemampuan dan keterampilan profesional kepada sesama teman sejawat dan mendiskusikan untuk memperoleh sesuatu yang lebih baik dalam usaha meningkatkan mutu pengetahuan, wawasan, kemampuan dan keterampilan. Dalam pelaksanaannya kelompok kerja guru mempunyai kewenangan dalam penyusunan dan pelaksanaan berbagai kegiatan. Kewenangan kelompok kerja guru tersebut adalah:
1.      Menyusun program pembelajaran Setiap guru harus mempunyai program pembelajaran sebelum guru mulai mengajar di kelas, seorang guru harus mampu menyusun program pembelajaran sesuai dengan kebutuhan sekolah, dan sesuai dengan kondisi murid dan keadaan lingkungan setempat agar murid lebih mudah dalam memahami materi pembelajaran yang diterimanya.
2.      Penyusunan program pembelajaran disusun secara bersama-sama oleh para guru, berdasarkan kelas dan berdasarkan mata pelajaran yang dipegang oleh guru dalam satu gugus dengan tujuan penyeragaman materi pembelajaran sehingga para guru bisa bekerja sama pada kegiatan Kelompok Kerja Guru dalam mengatasi berbagai persoalan yang ditemui dalam pemilihan materi dan pelaksanaan pembelajaran di kelas.
3.      Dalam kegiatan kelompok kerja guru, guru diberikan wewenang atau kesempatan dalam mengembangkan materi dan metode pembelajaran sesuai dengan kondisi murid. Dalam pemilihan materi dan metode pembelajaran, guru tidak harus terikat pada kurikulum yang disediakan, tapi guru boleh mengembangkan materi pelajaran dan membaginya kepada teman sejawat. melalui kegiatan kelompok kerja guru.
4.      Menciptakan terobosan baru dalam pembelajaran Guru yang profesional harus mampu menciptakan dan mempunyai prakarsa untuk menemukan terobosan baru dalam pembelajaran sehingga pembelajaran menjadi menarik bagi murid. Dalam kegiatan kelompok kerja guru inilah guru bersama-sama memikirkan terobosan baru tersebut.






















BAB IV
PENUTUP
A.                Simpulan
Dari pembahasan diatas maka dapat penulis simpulkan bahwa kelompok kerja adalah sekumpulan  2 orang atau lebih melakukan kerjasama dan saling memilkiki komitmen untuk mencapai tujuan yang telah disepkati bersama dan saling mempengaruhi satu sama lain. Kelompok kerja ini ini mengutamakan kerjasama satu sama lain dan saling kebergantungan untuk mencapai tujuannya, tujuan dari kelompok kerja ini biasanya untuk mepermudah dalam hal pekerjaan.
Guru adalah seseorang yang memegang profesi atau jabatan seorang guru, bisa juga disebt guru karena dia mempunya keahlian dalam hal mendidik atau mengajar dalam sebuah lembaga atau pun tidak dalam sebuah lembaga. Guru tugas utamanya adalah mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik. peningkatan mutu Pembelajaran yang berkualitas sangat tergantung dari motivasi pelajar dan kreatifitas pengajar. Pembelajar yang memiliki motivasi tinggi ditunjang dengan pengajar yang mampu memfasilitasi motivasi tersebut akan membawa pada keberhasilan pencapaian target belajar. Target belajar dapat diukur melalui perubahan sikap dan kemampuan siswa melalui proses belajar. Desain pembelajaran yang baik, ditunjang fasilitas yang memandai, ditambah dengan kreatifitas guru akan membuat peserta didik lebih mudah mencapai target belajar.

Secara Umum Kelompok kerja guru dapat memberikan manfaat sebagai berikut: Sebagai tempat pembahasan dan pemecahan masalah bagi para guru yang mengalami kesulitan dalam kegiatan pembelajaran. Masalah-masalah yang dihadapi oleh guru dalam proses pembelajaran di kelas tentu beragam bentuk dan modelnya. Penganganan terhadap setiap persoalanpun untuk mencari jalan keluar jelas akan berbeda dengan persoalan lainnya. Dapat dipahami bahwa semua guru belum tentu berpengalaman seperti layaknya guru-guru senior yang mungkin saja memiliki lebih banyak teknik dan cara-cara dalam mengatasi persoalan terlebih-lebih persoalan belajar mengajar. Untuk itulah guru-guru baru atau guru lain yang memiliki persoalan yang menurutnya sulit dapat dipecahkan melalui Kelompok kerja guru dengan cara berdiskusi dan berbagi pengalaman dengan guru lainnya.
B.            Rekomendasi
Dari pembahasan diatas maka dapat penulis memberikan beberapa rekomendasi sebagai berikut:
1.      Untuk mencapai pembelajaran yang berkualitas dan mensiasati permasalahan yang terjadi dalam pengajaran maka perlu dibentuk kelompok kerja guru untuk mencari jalan keluar dari permasalahan yang terjadi ditiap sekolah.
2.      Perlu perhatian pemerintah terhadap kelompok kerja guru untuk memfasilitasi hal tersebut, misalnya melalui pelatihan-pelatihan atau seminar.
3.      Guru diharapkan dapat berperan aktif dalam kelompok kerja guru dalam setiap pemebelajaran supaya permasalahan dalam hal pengajaran dapat menemukan solusi yang baik.
4.      Kelompok kerja guru diharapkan dapat menjadi solusi bagi pembelajaran ditiap sekolah-sekolah.


No comments:

Post a Comment